Tetesan Embun Berlalu



Sejuta kenangan di masa lalu membuat kita bisa belajar. Dari mulai perasaan suka ataupun duka. Masa lalu bagaikan tetesan embun pagi yang sudah lama telah jatuh dari sehelai daun. 

Masa lalu bukan hanya mengajarkan banyak hal. Tapi masa lalu juga mengajarkan kita bagaimana caranya untuk melangkah lebih baik. Tak dihiraukan lagi, banyak diantara milyaran manusia, yang masih terjebak dalam masa lalunya. Hingga mereka tidak sanggup untuk memanjat tingginya jurang yang telah membuat mereka jatuh ke dalamnya. 

Lantas ? Untuk apa kita menyerah dengan perihal masa lalu ? Padahal cerita dibalik itu semua bisa tergantikan, apabila kita selalu ingat dengan siapa pencipta kita, yaitu Allah Swt. Allah yang menurunkan cobaan bertubi - tubi kepada manusia. Namun, Allah juga yang membukakan jalan keluarnya. Pilihan untuk mengambil langkah selanjutnya hanya ada di tangan umat-Nya. Apakah dia harus mengambil jalan pintas? Tapi hal itu buruk untuknya. Ataukah, dia harus mengambil jalan yang terdapat seribu rintangan di dalamnya, namun itu baik untuknya. 

Masa lalu hanyalah lukisan. Yang bisa kita lihat kapan saja. Namun, bukan berarti masa lalu itu bisa membuat kita jatuh kembali. Tapi, lihatlah masa lalu sebagai bekal kita menjadi sosok yang lebih kuat, tangguh dan bertanggungjawab terhadap situasi yang menerjang kita. 

Biarlah, air mata yang ada di masa lalu dijadikan sebagai setetes embun yang telah berlalu. Menangis, merintih atas segala kesalahan dalam memilih jalan di masa lalu. Dibalik air mata itu, jika kita terus melibatkan Allah, mengingat Allah serta beribadah kepada Allah, kemurnian cahaya ilahi itu dapat mudah ditatap. Akan tersebar segala petunjuknya. Jalan menuju kebaikan perlahan terbuka lebar. 

Sudahlah bagi kita untuk melanjutkan kehidupan baru dan perlahan tubuh akan terangkat dari dalamnya jurang masa lalu. Kedua kaki perlahan melangkah menuju pintu - pintu kebaikan disertai ridho sang illahi. Allah, Allah dan Allah. Sebutlah selalu nama-Nya dalam do'a. Gelap gulita nya kehidupan dapat menjadi cerah kembali bila terus mengingat - Nya. Hidup akan terasa penuh kenikmatan, apabila kita senantiasa bersyukur kepada Nya. 

Allah, tolong simpan masa lalu sebagai hikmah yang dapat merajut hati ini ke arah lebih baik. Aamiin..  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Yang Terketuk, Namun Masih Terkunci

ANALISIS JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN

Menghapus Rasa Iri