Hati Yang Terketuk, Namun Masih Terkunci

Hati yang  Terketuk, Namun Masih Terkunci 


Yup, diambil dari judul di atas ''Hati yang  Terketuk, Namun Masih Terkunci '' memang bukan hal yang cukup istimewa. Namun makna di atas melambangkan bahwa Apabila jatuh cinta jangan sampai pintu hati terbuka. Kali ini sangat membahas hal terkait dunia perbucinan. 

Mungkin sang penulis juga akan menuangkan cerita cintanya dalam blog ini. Jatuh cinta pada pandangan pertama di usia ABG memang sulit, tapi jatuh cinta kembali pada pandangan pertama di usia dewasa itu ternyata jauh lebih sulit. Yup, karena dulunya pernah ditinggal, jadi sempat trauma dan trust issue. Namun ternyata dibalik semua itu, ada hikmah bahwa Cinta yang belum halal belum tentu happy ending. 

Sang Penulis pun untuk kedua kalinya jatuh cinta, namun pada usia dewasa. Sebenarnya agak sulit, karena banyak perjuangan serta pengorbanan yang harus penulis lakukan untuk sang pujaan hatinya itu. Rasa ego maupun rasa untuk tetap setia dan sehati. Belajar dari pengalaman, bahwa sejatinya patah hati akan bisa dijadikan senjata untuk ke depannya. Bahan antisipasi supaya hal yang menyakitkan di masa lalu tidak terulang lagi.

Namun, tidak semudah itu Penulis mempertahankan cerita asmara nya dengan sang pujaan hatinya. Banyak ujian layaknya terpaan angin yang menggulung dan api yang ingin melahapnya. Amarah, egoisme serta perbedaan pendapat. Namun dibalik itu semua, penulis menyadari bahwa itu masih segelintiran kecil yang dilalui. Nyatanya, kesabaran dan rasa saling menerima satu sama lain lah yang menjadi solusi nya. 

Pintu hati boleh saja diketuk, tapi jangan sampai tuan rumah membukanya dengan semudah itu. Karena kunci tetap di pegang oleh si pemilik pintu. Berhati-hatilah dalam memilih seseorang untuk dijadikan sebagai rumahmu kelak, karena masa hidupmu akan lebih banyak bersama pasanganmu dibandingkan dengan orang tuamu sendiri. 

Sebab itu, penulis menyadari hatinya yang sudah terketuk lama, Namun bukan berarti sang penulis mempersilakan calon pengunjungnya untuk masuk dengan mudah. Di usia Penulis yang masih 20 tahun ini, penulis banyak mempertimbangkan hatinya untuk diserahkan dengan cepat atau tidak. Karena yang jelas, hubungan asrama yang ia jalani merupakan bentuk usaha Penulis untuk bisa hati-hati dan berwaspada. Pintu sudah terketuk, namun calon pengunjung masih ada di tahap seleksi. Walaupun sang pujaan hati Penulis adalah tipe idamannya. Tidak melepas Penulis untuk membantunya menuju hubungan yang lebih sehat dan baik supaya bisa berkembang dan membentuk tujuan yang sebenarnya. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN

Menghapus Rasa Iri