Menghapus Rasa Iri


Memang benar, saat kita melihat ada seseorang yang di mata orang lain " paling terbaik ". Kita pun merasa ada sedikit /pun banyak rasa iri di hati. Hal itu membuat kita jadi tidak percaya diri dan down karena melihat diri sendiri tak sanggup menjadi seperti orang itu. 

Iri itu memang manusiawi. Tapi jangan sampai rasa iri itu bisa berubah menjadi benci. Karena jika hati sudah ternodai kebencian. Maka, sulit rasanya tuk kembali seperti dulu lagi. Ketika melihat kembali sosok seseorang yang dikagumi banyak orang tertampak di depan mata kita, kedua mata ini menampilkan paras rasa kebencian karena berawal dari iri hati. Apakah itu baik? Tentu tidak.

Iri boleh, boleh saja. Namun tak lama dan berkepanjangan. Hanya sementara saja, itu wajar. Saat hati kalian mulai iri dengan penampilan / kehidupan / pun prestasi yang diraih oleh seseorang. Ucapkan istighfar. Terus beristigfar sepanjang saat. Bahkan ketika melihat orang itu kembali menampilkan kehebatannya di depan mata kita, beristigfarlah. Karena akan sulit rasanya memulihkan benih hati yang iri. Oleh sebab itu, sebelum rasa iri itu menjadi benih. Segeralah tuk mengucap istighfar.

Dengan beristigfar, Allah mengampuni hambanya yang sudah hampir melakukan perbuatan dosa. Dengan beristigfar, Allah melindungi segala umatnya dari hal - hal yang membuat manusia menjadi rapuh. Salah satunya, sifat iri itu yang dapat membuat semua manusia yang merasakan bisa terlena masuk ke dalam jeratan syaiton. 

Selain beristigfar, sifat iri kita bisa dihilangkan dengan kepercayaan diri. Yup, terus menjadi sosok yang percaya diri dan selalu ingin menjadi diri sendiri. Karena menjadi diri sendiri jauh lebih baik, dibandingkan menjadi orang lain, bukan? . 

Cara tuk menumbuhkan sifat kepercayaan diri kita adalah memperbaiki pandangan kita untuk tetap maju lurus dan berusaha. Jangan pernah menengok ke samping atau pun ke belakang. Oh ya, menoleh ke depan boleh saja kok. Seseorang yang awalnya membuat kita iri hati bisa dijadikan motivasi loh! . Dengan cara, yaitu lihat perjuangan dia untuk mencapai prestasi nya. Bukan melihat hasil / penghargaan yang dia capai. Karena jikalau kita melihat apa yang dia usahakan, seberapa banyak usaha dia dan do'a tulusnya kepada Allah, itu adalah kunci agar kita terjauhi dari sifat iri kepadanya. Posisi justru berbalik, dulunya menjadi sosok yang membuat iri, sekarang menjadi sosok yang memotivasi supaya lebih kerja keras lagi ke depannya. 

Maka dari itu, beristigfarlah yang banyak saat rasa iri itu mulai muncul, tetap jadi diri sendiri dan jadikan orang tersebut sebagai pemotivasi dirimu bukan perisai yang membuat diri menjadi iri hati. 

Yuk, mari sama-sama tuk membuang jauh sifat iri. Langkahkan kedua kaki di bumi dengan rasa percaya diri dan teruslah belajar dari kisah orang - orang yang awalnya membuatmu iri berubah menjadi inspirasi dalam hidupmu. So, yakinlah, semua manusia itu bisa jadi yang terbaik. Jika dia tetap menjadi orang yang percaya diri dan apa adanya! :-)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Yang Terketuk, Namun Masih Terkunci

ANALISIS JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN