Tahapan Masa Depan


Masa depan adalah rahasia Allah. Kita tak bisa mengetahui kejadian yang akan terjadi di masa depan. Sebagian milyaran manusia hanya mengetahui masa depan sebagai jalan skenario yang Allah buat. Ya, itu memang benar. Separuhnya dari mereka, percaya bahwa masa depan itu bisa menjadi arus balik yang dengan mudah bisa diputar kapan saja. Jadi, kalian ada di posisi mana diantara keduanya?. 

Terlalu banyak titik pengharapan manusia terhadap masa depannya. Hingga bahkan manusia mengubah masa depan dengan cara yang mereka buat sendiri. Nyatanya, dengan uang, masa depan bisa berubah begitu saja. Hingga kasus suap pun terjadi. Apa itu bisa dibilang sebagai orang yang beriman? Menghalalkan segala cara, bahkan untuk mengubah masa depannya sendiri hanya dengan bernilaikan uang? . 

Uang adalah segalanya. Tapi jangan sampai menjebak kita agar bisa mengubah masa depan kita yang memang sudah menjadi takdir Allah Swt. Mimpi adalah harapan. Tapi jangan sampai mimpi yang kita inginkan dari dulu terisi oleh ketidakhalalan. Itu hanya membuat Allah tidak meridhoi langkah kita untuk meraih mimpi tersebut. 

Allah justru meridhoi apabila masa depan seseorang itu terisi oleh apa adanya, realistis dan tidak tertumpuk oleh uang yang menjadi penolong untuk mengubah masa depannya. Allah lebih meridhoi seseorang yang melangkahkan kakinya secara perlahan dan berjerih payah sendiri untuk mencapai masa depannya. Dibandingkan dengan seseorang yang berhasil meraih masa depannya bukan dari jerih payah mereka sendiri. 

Masa depan memang sulit diterka. Sulit dibaca dan sulit dipahami. Tapi, masa depan mudah dibayangkan dan mudah dianalogikan. Maka dari itu, untuk mencapainya perlu logika, pemikiran dan keuletan kita terhadap apa yang ingin kita capai di masa depan nanti. 

Dekatkan hati kita selalu dengan Allah. Bersama menyatukan iman, pengetahuan dan kepasrahan kita untuk menatap masa depan yang indah. Ingat, dengan hasil jerih payah dan keringat kita sendiri. Bukan dari orang lain, ataupun uang yang berusaha membantu mengubah masa depan. 

Jika memang Allah menakdirkan kita ke arah arus yang berbeda dan tidak seperti yang kita inginkan. Jangan pernah sesekali berani membuat arus balik untuk kembali memilih apa yang menjadi keinginan kita. Karena Allah punya sesuatu hal baik dibalik segala hal yang tak sesuai keinginan manusia. Percayalah, tetap yakin dengan jalan yang Allah pilih kepada kita. Walaupun jalan itu bukan jalan yang ingin kita lalui. 
Memang, melewati jalan yang bukan pilihan kita terasa berat rasanya, bukan?. Tapi, disepanjang jalan tersebut ada ribuan hikmah yang dapat kita petik. Disamping adanya hikmah, pasti ada suatu hal istimewa menanti yang telah Allah siapkan untuk kita. 

Masa depan, ku harap dirimu bisa menerima keberadaanku, walaupun hatiku masih belum bisa menerima keberadaanmu dan kenyataan yang sesungguhnya. Tapi, jika masa depan itu halal hasilnya atas jerih payah sendiri, kami hanya ikhlas menerimanya. Ya Allah, langkahkan kedua kaki kami menuju masa depan yang engkau ridhoi, ikhlaskan hati kami untuk bisa menerima masa depan yang telah engkau siapkan untuk kami, Aamiin..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Yang Terketuk, Namun Masih Terkunci

ANALISIS JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN

Menghapus Rasa Iri